Laju Reaksi

  1. KONSEP LAJU REAKSI

Laju reaksi dapat dinyatakan sebagai berkurangnya jumlah (konsentrasi) pereaksi per satuan waktu atau bertambahnya jumlah (konsentrasi) hasil reaksi per satuan waktu.

Grafik Laju Reaksi:

l1

 
   

Berdasarkan grafik, jumlah konsentrasi pereaksi/reaktan semakin berkurang, msks lsju reaksinya adalah berkurangnya jumlah konsentrasi A dan atau B tiap satuan waktu. Sedangkan jumlah konsentrasi produk semakin bertambah, maka laju reaksinya adalah bertambahnya jumlah konsentrasi AB tiap satuan waktu.

Pada persamaan laju reaksi:

l2

maka laju reaksinya adalah:

  • Berkurangnya konsentrasi A tiap satuan waktu: l3
  • Berkurangnya konsentrasi B tiap satuan waktu: l5
  • Berkurangnya konsentrasi AB tiap satuan waktu: l6
  1. PERSAMAAN LAJU REAKSI

Persamaan laju reaksi menyatakan hubungan antara konsentrasi reaktan dan laju reaksi. Secara umum persamaan reaksinya:

l8

Maka rumus umum laju reaksinya:

l9

  1. PENENTUAN ORDE REAKSI

Orde raksi adalah jumlah pangkat konsentrasi dari zat yang bereaksi (reaktan). Orde reaksi tidak dapat ditentukan dari harga koefisien reaksi, melainkan berdasarkan percobaan. Tingkat reaksi total adalah jumlah tingkat reaksi untuk setiap pereaksi.

Orde reaksi total = m + n

Gambar grafik orde reaksi:

  • Reaksi Orde Nol

l10

  • Reaksi Orde Satu

l11

  • Reaksi Orde Dua

l12

 
   
  1. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI LAJU REAKSI

Reaksi kimia dapat terjadi secara cepat maupun lambat. Hal ini karena dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu, antara lain:

  1. Konsentrasi

Semakin tinggi konsentrasi berarti semakin banyak molekul-molekul dalam setiap satuan luas ruangan, akibatnya tumbukan antarmolekul makin sering terjadi dan reaksi berlangsung semakin lambat.

  1. Luas Permukaan Bidang Sentuh

Semakin luas permukaan partikel, maka frekuensi tumbukan kemungkinan akan semakin tinggi, sehingga reaksi dapat berlangsung lebih cepat.

  1. Temperatur

Setiap partikel selalu bergerak. Dengan menaikkan temperatur, energi gerak (kinetik) partikel ikut meningkat sehingga makin banyak partikel yang saling bertumbukan. Akibatnya, laju reaksi akan semakin cepat pada temperatur yang tinggi.

Umumnya, setiap kenaikan 10oc akan memperbesar laju reaksi dua sampai tiga kali. Maka berlaku rumus:

l13

V1 = mula-mula

V2 = laju setelah kenaikan suhu

T1 = suhu mula-mula

T2 = suhu akhir

Jika laju reaksi 3 kali semula, maka 2 diganti 3

Laju reaksi akan berbanding terbalik dengan waktu reaksi, sehingga jika setiap kenaikan suhu reaksi 10oC maka laju reaksi menjadi 2 kali lebih besar. Hubungan waktu reaksi dengan suhu reaksi dapat dirumuskan sebagai berikut:

l14

  1. Katalisator

Katalis adalah zat yang dapat mempercepat laju reaksi, tetapi tidak mengalami perubahan kimia secara permanen, sehingga pada akhir reaksi zat tersebut dapat diperoleh kembali. Katalis mempercepat reaksi dengan cara menurunkan harga energi aktivasi (Ea). Meskipun katalis menurunkan energi aktivasi reaksi, tetapi ia tidak memengaruhi perbedaan energi antara produk dan pereaksi. Dengan kata lain, penggunaan katalis tidak akan mengubah entalpi reaksi. Perhatikan grafik berikut! Grafik energi pengaktifan berkurang dengan adanya katalis.

                  l15                

Berdasarkan wujudnya, katalis dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitukatalis homogen dan katalis heterogen.

  1. Katalis Homogen

Katalis homogen adalah katalis yang berada dalam fasa yang sama dengan molekul pereaksi.

  1. Katalis Heterogen

Katalis heterogen berada dalam fasa yang berbeda dengan pereaksi, biasanya ada dalam bentuk padatan atau melibatkan pereaksi fasa gas yang terserap pada permukaan katalis padat. Terdapat 2 jenis proses penyerapan gas, yaitu adsorpsi dan absorpsi.

  1. Autokatalis

Autokatalis adalah zat hasil reaksi yang dapat berperan sebagai katalis.

  1. PERANAN KATALIS
  1. Peranan katalis untuk makhluk hidup

Katalis dalam tubuh manusia adalah enzim. Enzim-enzim ini dapat secara spesifik. Misalnya enzim oksidase mempercepat reaksi oksidasi, dan enzim hidrolase mempercepat pemecahann bahan makanan melalui reaksi hidrolisis.

  1. Peranan katalis dalam industri

Katalis Vanadium (V) oksida, V2O5, digunakan dalam proses pembuatan asam sulfat dan katalis besi (Fe) yang digunakan dalam proses Haber-Bosch pada pembuatan amonia.


Untuk mendownload materi ini, klik link download di bawah ini:

DOWNLOAD

Comments are closed